MANFAAT HENNA DALAM KESEHATAN

Tuesday, June 4, 2013
henna-plant

Henna (Inai, pacar) memiliki nama ilmiah Lawsonia inermis, termasuk anggota tanaman dari Famili Lythraceae. Henna telah dikenal cukup lama dalam dunia Arab dan Islam, berkembang secara luas di wilayah Iran, India dan Sudan.
Henna sebetulnya sudah ditemukan sejak jaman Mesir kuno. Buktinya terlihat pada jari-jari tangan dan kaki mumi-mumi yang ditemukan di Mesir, banyak dihiasi henna. sampai sekarang Mesir merupakan negara sebagai pemasok utama tanaman tersebut (bersama dengan India, Maroko, dan Sudan).
Walaupun awalnya lebih dikenal sebagai bahan untuk mempercantik diri, seperti membantu mewarnai rambut maupun mewarnai kuku serta sebagai penghias tangan dan kaki di beberapa daerah, seperti Afrika Utara, Timur Tengah, India serta negara-negara Mediterania, namun henna ternyata memiliki berbagai manfaat lain.

Bagi anda yang pernah mengenal bubuk henna tentu akan akrab dengan baunya yang khas, yang kuat dan menyengat seperti kombinasi antara bau bumi, tanah liat, kapur tulis, dan dedaunan basah. Sebaliknya, daun henna segar tidak memiliki bau apa-apa, bahkan ketika anda remas dengan jari.

Bunga henna terlihat lembut, mungil, dan memiliki empat daun bunga yang tampak sangat banyak dan menipis dengan antena yang mengulur dan menyembul dari tengah. Bunga yang sedang mekar memiliki banyak variasi warna seperti merah, merah muda dan putih. Sebagiannya tampak berwarna kuning, krem, dan pink, memancarkan keindahan warna yang cantik, menggairahkan dan mengharumkan seakan mengingatkan kita pada bunga melati, mawar, dan mignonette; oleh karenanya maka di India barat henna juga dikenal sebagai nama Jamaika Mignonette atau disebut juga Egyptian privet.

Sumber Ilmiah
” كان إذا اشتكى أحد رأسه قال : اذهب فاحتجم ، و إذا اشتكى رجله قال : اذهب فاخضبها بالحناء ” .
قال الألباني في ” السلسلة الصحيحة ” 5 / 91 :
هكذا أورده السيوطي في ” الجامع ” من رواية ( طب – عن سلمى امرأة أبي رافع ) . قلت : و هذا قصور واضح ، فإن الحديث في ” مسند أحمد ” ( 6 / 462 ) : حدثنا
أبو سعيد مولى بني هاشم حدثنا عبد الرحمن بن أبي الموالي حدثنا فائد مولى بني رافع عن عمته سلمى قالت : ” و ما اشتكى أحد إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم وجعا في رأسه إلا قال : احتجم ، و لا اشتكى إليه أحد وجعا في رجليه إلا قال : اخضب رجليك ” . قلت : و هذا إسناد رجاله ثقات ، لكن اختلفوا في إسناده على فائد ، فرواه أبو سعيد هكذا ، و رواه أبو عامر : حدثنا عبد الرحمن بن أبي الموالي عن أيوب بن حسن بن علي بن أبي رافع عن جدته سلمى خادم النبي صلى الله عليه وسلم قالت : فذكره . و أسقط منه فائدا . أخرجه أحمد و البخاري في ” التاريخ ” ( 1 /1 / 411 ) و الحاكم ( 4 / 206 ) و قال : ” صحيح الإسناد ، و قد احتج البخاري رحمه الله بعبد الرحمن بن أبي الموالي ” .
قلت : و وافقه الذهبي ، و أيوب هذا قال الأزدي : ” منكر الحديث ” . و ذكره ابن حبان في ” الثقات ” . و أما فائد في الوجه الأول فهو ثقة ، لولا الاضطراب عليه و قد أشار إليه البخاري في ” التاريخ ” . و من ذلك ما روى حماد بن خالد الخياط حدثنا فائد مولى لآل أبي رافع عن علي بن عبيد الله عن جدته سلمى – و كانت تخدم النبي صلى الله عليه وسلم – قالت : ” و ما كان يكون برسول الله صلى الله عليه وسلم قرحة و لا نكبة إلا أمرني رسول الله صلى الله عليه وسلم أن أضع عليها الحناء ” . أخرجه الترمذي ( 2 / 5 ) ، و قال : ” حديث حسن غريب ” ، إنما نعرفه من حديث فائد . و روى بعضهم هذا الحديث عن فائد و قال : عن عبيد الله بن علي عن جدته سلمى ، و عبيد الله بن علي أصح ” . ثم روى هو و ابن ماجة ( 3502 ) عن زيد ابن حباب عن فائد مولى عبيد الله بن علي عن مولاه عبيد الله عن جدته عن النبي صلى الله عليه وسلم نحوه بمعناه . و جملة القول أن الحديث حسن كما قال الترمذي لأن مداره على فائد ، و من أسقطه فقد شذ ، و هو إما تلقاه عن سلمى مباشرة كما في الطريق الأولى ، فلا إشكال فيه لولا الشذوذ عنه ، و إما بالواسطة ، و هي إما علي بن عبيد الله ، و لا يعرف ، و إما عبيد الله بن علي و هو الأصح كما قال الترمذي ، و هو ثقة فيثبت الحديث بإذن الله
Salma, pembantu Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam berkata : Setiap kali ada orang mengeluh sakit kepala kepada Rosululllah Shallallaahu ‘alaihi wasallam, Beliau selalu bersabda kepadanya : “Berbekamlah!” dan setiap kali ada orang mengeluh sakit pada kakinya, beliau selalu bersabda kepadanya : “balutlah dengan henna(inai)”. (Riwayat Ahmad 6/462, Abu Daud no.3858, At-Tirmidzi 6/213, Ibnu Majah no.3502, Al-Hakim dalam Al-Mustadrak 4/206,407, Al-Baihaqi dalam Sunannya 9/339. Lihat As-Silsilah Ash-Shahihah no.2059).
Salma juga pernah menyatakan : “Aku pernah menjadi pembantu Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam. Setiap kali Beliau terkena infeksi(borok) atau luka, Beliau selalu menyuruhku membalutnya dengan henna (inai)”. (Riwayat At-Tirmidzi pada kitab Ath-Thibb, Bab At-Tadawi’ bil Hinna, no.2055 dan Ibnu Majah pada kitab Ath-Thibb, no.3502 dari Salma Ummu Rafi’, pembantu Rosulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam. Hadits ini hasan dengan syahid-syahidnya. Lihat As-Silsilah Ash-Shahihah no.2059).
Abu Hurairah menyatakan, bahwa apabila Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam sakit kepala, Beliau membungkus kepalanya dengan henna(inai). Dan Beliau pernah bersabda : “Sungguh ia bias mengobati sakit kepala dengan izin Allah”. ( Riwayat Abu Nu’aim dalam kitab Ath-Thibbun Nabawi, hal.45 dan 111, dan Al-Bazzar.Lihat At-Taqrib, hal.25)
Dari Abu Rafi’, ia berkata : Saya dahulu bersama Rosulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam, apabila Beliau mengusap kepalanya, beliau berkata : Gunakanlah rajanya pewarna (sayyid al-khidab), yaitu inai karena dapat membaguskan kulit dan menambah gairah bersetubuh” (Al-Jami’ Al-Kabir no.15583)
Dari Anas Radhiallaahu ‘anhu ia berkata, Rosulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Warnailah dengan memakai henna, sebab ia dapat menambah keremajaan, kecantikan, dan gairah seksual “ (Majma’ Az-Zawaa’id wa Muni’ Al-Fawa’id, karya Al-haitsami, 5/160).
Rosulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Gunakanlah henna. Sebab ia dapat menerangi kepala,membersihkan hati, dan menambah nafsu seksual. Ia menjadi saksi di kubur” (Kanz Al ‘Ummal, hadits no.28282).

Kandungan
1-Memiliki efek penyembuhan yang sangat bagus, banyak mengandung zat penyembuhan seperti Tannine (disebut hennatanin) dan zat lainnya seperti “perekat”.
2-Mengandung zat pengerut serta sel peptide yang mengandung zat asam ammonia jenis beta-amin vetakarboksil sebagai anti Microba, khususnya efek anti virus.
3-Daunnya mengandung zat lawsone

Henna sangat manjur untuk mengatasi suhu panas yang membara tapi tidak cocok untuk mengatasi materi yang harus dikeluarkan. Henna mengandung zat astringent, bagian tubuh yang mengalami pembengkakan yang panas dan membara akan reda bila dibalut dengan henna. Henna memiliki karakter dingin sekali namun juga kering. Kekuatan pohon henna merupakan komposisi dari kekuatan yang berasal dari semacam unsur air yang panas dan stabil, dengan energy pengikat yang berasal dari unsur tanah yang dingin pula.

Berikut ini adalah tulisan dari Dr. Hussain al Rashidy, seorang dokter herbalis yang memiliki banyak pengalaman dalam menggunakan henna sebagai terapi thibbun nabawi.
Selama bertahun-tahun saya menggunakan Henna tersebut sebagai obat setelah saya membaca hadits tentang hal ini dimana Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam memerintahkan semua orang yang terluka oleh duri atau memiliki borok di kakinya untuk meletakkan henna diatasnya.
Setelah memiliki pengalaman bertahun-tahun kemudian saya menggelari tanaman Henna tersebut sebagai “ The Magic Plant” 


KHASIAT DAN CARA PENGGUNAAN HENNA

henna

Luka Bakar

· Henna apabila digunakan pada luka bakar derajat I atau II memberikan hasil yang sangat baik;
· Mengurangi rasa sakitnya
· Mengurangi kehilangan cairan pada daerah yang mengalami luka bakar, hal ini sangat penting terutama jika area luka bakarnya sangat luas.
· Memiliki efek anti-Microba, hal ini mengurangi risiko terjadi infeksi.
· Melekat pada area luka bakar sampai terjadi proses penyembuhan.
· Mudah digunakan untuk luka bakar baik dalam bentuk pasta maupun serbuk.
· Murah dan mudah didapatkan.

Mempercepat Penyembuhan

Henna mempercepat proses penyembuhan luka terutama luka kronis dan ulkus, saya telah menggunakannya dalam kasus ulkus neuropathic di kaki dan memberikan hasil yang sangat efektif. Faktor utama yang berperan dalam mempercepat proses penyembuhan tersebut tidak (belum-red) diketahui, tetapi saya rasa hal tersebut dikarenakan mengandung efek anti-Mikroba. Apabila suatu luka mengalami infeksi maka pemberian antibiotik biasanya diperlukan.


Anti Pendarahan (Anti Haemorrgic)

Saya menggunakan henna untuk menangani kasus Epistaksis (mimisan), dan terbukti sangat efektif, dan memberikan efek pengobat an yang cukup lama. Dosisnya cukup sekali dan tidak perlu dilakukan beberapa kali karena serbuk henna akan menempel pada area pendarahan sampai sembuh, henna bekerja lebih baik dari kauterisasi yang umumnya harus diulang beberapa kali dan masih tidak dapat menjamin perdarahan tidak akan terjadi lagi.
Pendarahan hidung dari pembuluh darah Anterior (depan_ daerah kecil): diobati dengan menempelkan serbuk henna di daerah dimana terjadi pendarahan dengan menggunakan cotton bud (pembersih telinga). Ujung cotton bud yang telah diberi bubuk henna yang diletakkan pada daerah tersebut akan menghentikan perdarahannya. Sangat jarang sekali perlu diulang kembali dan benar-benar merupakan mukjizat pengobatan untuk menangani epistaxis.
Pendarahan hidung dari pembuluh darah Posterior (belakang): jenis ini sangat sulit untuk ditangani sebagaimana diketahui oleh dokter THT, akan tetapi dengan bubuk henna ini pasien hanya diminta untuk menghirup bubuk (powder) henna melalui lubang hidung agar mencapai bagian belakangnya sehingga bubuk tersebut akan menempel pada daerah perdarahan dan perdarahan pun akan berhenti, kita tidak perlu lagi untuk menempelkannya pada hidung bagian belakang karena merupakan mimpi buruk (sulit sekali) bagi pasien dan juga dokter sekalipun.
Satu-satunya efek samping dari henna di sini adalah akan menyebabkan pasien sedikit bersin.
Efek Anti-pendarahan dari henna dapat pula digunakan pada kasus lainnya seperti perdarahan akibat ulkus duodenum maupun varises oesofagus. Hal ini harus dilakukan percobaan terlebih dahulu sampai diketahui tidak ada efek samping yang berarti.
Efek sebagai anti pendarahan disini mungkin karena henna memiliki efek seperti koagulasi (pembekuan) atau efek pembakaran lokal.


ANTI-VIRUS

Henna pasti memiliki efek anti virus, sebagaimana tampak jelas pada penanganan kasus berikut ;
Warts (Kutil), kami telah mencoba beberapa kali terutama pada warts yang resisten terhadap pengobatan cryo (Nitrogen cair) hasilnya terbukti efektif, satu kasus wart raksasa berukuran 1.5×1.5cm pada ibu jari seorang anak yang telah resisten terhadap semua jenis pengobatan dan terakhir anak tersebut harus dirujuk ke dokter spesialis bedah plastik untuk dilakukan operasi,namun kami mencoba dengan menggunakan henna setiap hari pada waktu malam hari dan hasilnya dalam beberapa minggu wart tersebut hilang secara total. Seorang perawat di bagian dermatologi yang memiliki wart pada jarinya selama lebih dari dua tahun dan resisten terhadap nitrogen cair kami anjurkan dia untuk menggunakan henna dan ia memperoleh kesembuhan. Kami melihat bahwa henna sangatlah berkhasiat terutama pada wart yang multipel. Pada kasus wart henna digunakan dalam bentuk pasta.
Herpes Simpleks, yang kedua henna juga terbukti dan berhasil mengobati kasus infeksi yang disebabkan virus. Kami menggunakannya dalam bentuk bubuk (powder) yang ditempelkan pada herpes, hasilnya : dapat mengeringkan vesikel (bulla) herpes lebih cepat, dapat mencegah ulkus (koreng) dan bentuk krusta, dapat mencegah infeksi sekunder. Pada kasus herpes henna digunakan dalam bentuk bubuk (powder).
Efek Anti virus dari henna sangatlah menjanjikan dan harus diekspolarasi lebih lanjut dan sangat mungkin jika henna digunakan untuk pengobatan AIDS. Pengobatan dengan henna ini bersifat alamiah, murah, dan tanpa ada efek samping walaupun digunakan secara oral (diminum).
Kami di rumah menyediakan beberapa henna dalam bentuk kapsul dan telah kami gunakan untuk pencegahan terhadap influenza pada saat terakhir berhaji. Henna sangatlah membantu karena kami terbebas dari infeksi pada waktu dimana sebagian besar orang mengalami flu saat haji dan biasanya sangat parah. Namun hal tersebut terlalu dini untuk disimpulkan dan tentunya memerlukan lebih banyak lagi penelitian tentang masalah ini.


PENGGUNAAN LAIN DARI HENNA

Henna dapat digunakan sebagai profilaksis (pencegahan) terutama untuk melindungi kaki pada pasien diabetes, Secara rutin saya senantiasa menganjurkan pasien-pasien diabetes untuk menggunakan henna setidaknya sekali dalam sebulan karena :
Sangat bermanfaat untuk menyembuhkan fissure dan kulit kaki pecah-pecah serta mengurangi infeksi.
· Dapat memperbaiki tekstur kulit sehingga tampak sehat dan lembut.
· Dapat menunda terjadinya efek neuropathic diabetes bahkan mungkin dapat mengobatinya, dan hal ini membutuhkan lebih banyak waktu lagi untuk membuktikannya.               
· Manfaat henna sebagai pewarna rambut ternyata sekaligus juga dapat menghilangkan ketombe, memperbaiki struktur rambut, serta meningkatkan kualitas rambut.
Henna juga dapat digunakan pada kasus berikut ini:

· Nyeri punggung
· Sakit Kepala (Migren, vertigo, dll)
· Kolitis ulseratif sebagai enema
· Perdarahan ulkus duodenum
Tulisan diatas adalah pengalaman kami dalam menggunakan henna selama lebih dari enam tahun dan yang paling menjanjikan adalah efek sebagai anti virus yang terbukti dan menjadi terobosan bagi dunia kedokteran modern untuk digunakan sebagai obat pada pasien HIV.
Semoga Allah Subhaanahu wa ta’ala membantu kita menunjukkan pemberiannya untuk dunia ini yang Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam telah mengatakannya kepada kita sejak empat belas abad yang lalu.


SUMBER :
Abu Abdillah Al-Maqdisi Al-Hambali, Resep Obat Ala Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam, 2008, Pustaka ElBa, Surabaya.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Metode Pengobatan Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam, 2004, Griya Ilmu, Jakarta.
Prof.Dr.Abdul Basith Muhammad Sayyid, Terapi Herbal dan Pengobatan Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wasallam, 2008, Penebar Plus Jakarta.
Syaikh Husain Abdul Hamid, Keajaiban Pengobatan Herbal, 2009, Pustaka Al-Kautsar Jakarta.

5 comments:

Post a Comment